Tergerak fasih dalam benak ku
Akan semua abdi mu bagi hidup ku
Tersimpan rapat dalam batin ku
Atas semua bait kata nasehat mu
Terlukis indah dalam pikir ku
Segala untaian ilmu mu
Bakti ku untuk mu,
Mungkin tak seluas ladang yang kau tanam
Tak sebanyak bibit yang kau semai
Tak pula seindah taman yang kau jaga
Apalagi seperti bunga yang kau hiaskan
Maaf ku,
Bisa jadi tak seputih kain yang kau rajut
Tak sekuat benang yang kau sulam
Tak sebaik batik yang kau lukiskan
Terlebih seikhlas pengorbanan mu
Bagi dunia kelam ku
Dan ucap ku,
Tak selembut selimut cinta mu
Yang menghangatkan di antara dinginnya pengetahuan
Tak seterang lentera kasih mu
Yang menerangi di tengah gelapnya malam ilmu
Tak juga sebening air kesabaran mu
Yang menyegarkan di balik dahaga padang gersang pengalaman
Hari ini ku haturkan pada mu
Ucapan kasih dari ku
Meski hanya lewat goresan pena usang ku
Di atas selembar kertas cinta ku yang penuh debu
Sebagai ungkapan hormat ku untuk mu
Sekalipun itu masih terbata-bata
Ku harap jasa mu tak seperti kapur putih
Yang menjadi debu yang hilang ditelan zaman
Yang menjadi saksi bisu tanpa penghargaan
Dan memudar selayaknya warna tulisan
Serta lapuk seakan buku yang terbuang
Robek tak berharga
Sia-sia tak berguna
Ketika semua kau pertanyakan
Maka hanya satu jawaban yang ku ucapkan
Karena mereka bekerja dengan ketulusan jiwa
Dan memberi dengan cinta
Sebab mereka adalah pahlawan dunia
Yang memerdekakan kita dari belenggu kebodohan
Akan semua abdi mu bagi hidup ku
Tersimpan rapat dalam batin ku
Atas semua bait kata nasehat mu
Terlukis indah dalam pikir ku
Segala untaian ilmu mu
Bakti ku untuk mu,
Mungkin tak seluas ladang yang kau tanam
Tak sebanyak bibit yang kau semai
Tak pula seindah taman yang kau jaga
Apalagi seperti bunga yang kau hiaskan
Maaf ku,
Bisa jadi tak seputih kain yang kau rajut
Tak sekuat benang yang kau sulam
Tak sebaik batik yang kau lukiskan
Terlebih seikhlas pengorbanan mu
Bagi dunia kelam ku
Dan ucap ku,
Tak selembut selimut cinta mu
Yang menghangatkan di antara dinginnya pengetahuan
Tak seterang lentera kasih mu
Yang menerangi di tengah gelapnya malam ilmu
Tak juga sebening air kesabaran mu
Yang menyegarkan di balik dahaga padang gersang pengalaman
Hari ini ku haturkan pada mu
Ucapan kasih dari ku
Meski hanya lewat goresan pena usang ku
Di atas selembar kertas cinta ku yang penuh debu
Sebagai ungkapan hormat ku untuk mu
Sekalipun itu masih terbata-bata
Ku harap jasa mu tak seperti kapur putih
Yang menjadi debu yang hilang ditelan zaman
Yang menjadi saksi bisu tanpa penghargaan
Dan memudar selayaknya warna tulisan
Serta lapuk seakan buku yang terbuang
Robek tak berharga
Sia-sia tak berguna
Ketika semua kau pertanyakan
Maka hanya satu jawaban yang ku ucapkan
Karena mereka bekerja dengan ketulusan jiwa
Dan memberi dengan cinta
Sebab mereka adalah pahlawan dunia
Yang memerdekakan kita dari belenggu kebodohan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar