Sabtu, 10 April 2010

Bunda...

Bunda…
Ku pandang bintang bila merindu mu
Harapan hati melihat mu tersenyum damai
Tutur dan ucap mu tak henti ku rasa
Setiap waktu ku teringat akan diri mu

Bunda…
Dalam setiap irama tubuh mu,
Kau slalu menyapa ku
Penuh dengan cinta kasih tulus dari mu

Bunda…
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan,
Kau slalu mendekap ku
Dengan waktu mu yang kau berikan untuk ku
Sekalipun lelah sedang menyergap tubuh mu

Bunda…
Dalam kerinduan yang teramat sangat,
Ku tak pernah ingin lepas dari mu
Ku mohon jangan kau hentikan layangan kasih dari mu
Karma ku tak mampu beranjak dari singgahsana hati mu

Bunda…
Kaulah yang mampu melunakkan sikap keras ku,
Dengan kesabaran yang tak terucapkan
Dan kau pula lah yang tlah mengelola emosi labil ku
Menjadi lokomotif kemajuan

Bunda…
Senyum mu slalu menyapa ku dalam setiap kata cinta
Yang terucap dari tutur lembut mu
Kala semua tlah terlelap
Kaulah yang menenangkan ku di tengah kegundahan perasaan
Dengan nasehat penuh kasih dari mu
Meski malam tlah larut
Dan gerbang mimpi siap menghampiri ku

Bunda…
Ku tak ingin menyakiti mu
Lewat tindak tanduk juga bahasa ku
Silahkan zaman menari senang
Jangan lah air mata mu berlinang

Bunda…
Andai ku bisa,
Kan ku balas segenap cinta kasih mu
Andai ku mampu,
Kan ku persembahkan bintang seterang kilau mu
Sehangat dekapan mu
Setulus kasih mu
Dan sebijak nasehat mu

Bunda…
Mengenal mu adalah catatan terbaik dalam hidup ku
Meski tak ada sosok yang sempurna bagi dunia
Namun sosok mu sempurna bagi ku
Hari ini kuhaturkan segala ucapan penuh dengan ketulusan kepada mu
Atas semua pengharapan yang pernah ku utarakan dulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar