Jumat, 18 Februari 2011

SENANDUNG CINTA UNTUK BUNDA


Telah Terbit di LeutikaPrio!!

KADO SPESIAL UNTUK IBUNDA Miranda Seftiana, yang berulang tahun hari ini, 16 Februari 2011. Buku ini adalah ungkapan kasih sayang dari Miranda untuk ibundanya tercinta. Yuk, baca betapa dalamnya kasih sang Anak untuk ibundanya ini.

Judul : Senandung Cinta Untuk Bunda
Penulis : Miranda Seftiana
Tebal : vi+51 hlm
Harga : Rp 25.000,-
Sinopsis:
" sayapun sulit untuk berujar lisan bahwa saya amat dan teramat sayang pada bunda... tapi sesungguhnya rasa sayang saya teramat besar untuknya. Meski hanya tersirat dalam bait sapaan bunda... Lembar demi lembar tulisan tentangnya mampu saya tulis tanpa aral yang tak begitu sulit. Tapi untuk mengucapkan langsung sekalipun hanya lewat telpon bahwa,"bunda, selamat hari ibu. Dedek sayang bunda." itu rasanya sulit sekali. Keringat dingin pasti mengucur deras. Walau begitu cinta saya luar biasa untuknya. "
Sering kali, kita kelu ketika ingin menerjemahkan rasa secara lisan kepada ibunda tercinta. Termasuk saya di antaranya. Sulit bagi saya untuk bermanja kata kasih secara lisan. Jika bermain kata lewat tulisan, saya sedikit berani. Oleh sebab itulah, saya ingin berbagi dengan anda sekalian tentang beberapa rasa yang berhasil saya terjemahkan lewat buku ini.
Maksudnya, dalam buku ini ada beberapa kumpulan puisi untuk wanita istimewa yang biasa kita sapa dengan panggilan surga seperti bunda, ibu, umi, mama, dan lainnya. Apapun itu sapaan cinta untuknya, tetaplah mereka orang paling istimewa.
Ayo…. Saatnya kita mulai menjelajah taman surga kehidupan yang punya banyak hal menarik dengan gelayut manjanya untuk diterjemahkan.
Ingin ikut menerjemahkan rasa? Baca buku ini, semoga kemudian anda terinspirasi dan mulai ikut menerjemahkan rasa yang telah lama tersimpan di dada.

Ps : sudah bisa dipesan sekarang via inbox Fb : LEUTIKA PRIO. Dengan subjek : PESAN SENANDUNG CINTA. Ongkir Rp 10.000,- untuk wilayah Jawa, dan Rp 15.000,- untuk wilayah Luar Jawa. Met Order, all

Minggu, 16 Januari 2011

Seribu Kisah Tentang Bunda

22 Desember 2010


Untuk bunda tercinta…

Bunda, takkan pernah ada ragu di hatiku untuk kasih sayangmu. Sekalipun nanti bentangan jarak dan waktu menjadi jembatan hatiku dan hatimu. Bisa menyapamu dengan panggilan bunda adalah salah satu bukti diantara sekian banyak bukti lainnya.

Ku tahu, kata bunda hanyalah rangkaian huruf sederhana. Namun punya makna yang laur biasa. Entah di nilai lewat sastra, ataupun dunia bahasa.

Bunda, ku yakini ilmuan manapun jua akan tetap berkata sama, bahwa bundanya lah guru terbaik yang mereka punya. Namun buatku, bunda tak sekedar guru, melainkan juga motivator dan tauladan paling istimewa.

Bundalah yang menjadi madrasah pertama bagiku. Perpustakaan terlengkap untukku. Psikolog terbaik dalam setiap diskusi malamku. Dan seniman terindah bagi dunia kecilku.

Bunda tak pernah mau mengguruiku dalam setiap nasehatnya. Ketegasan kau balut dengan kelembutan. Senyum ketulusan selalu menyapa meski hati dirajang duka. Begitu arif kala bunda menghadapi celotehan-celotehan kecilku. Bahkan, pintu maafmu begitu nyaman menyambutku.

Sikap, penuturan, dan pengalaman bunda adalah buku terbaik yang pernah ku baca, Lembar demi lembar catatan hidupmu tak disanksikan lagi manfaatnya. Sungguh, engkaulah penulis terhandal bagiku, juga penginspirasi paling segar untuk pikirku.

Tak hanya itu bunda, bagiku setiap hembusan nafasmu adalah puisi terindah yang pernah ku temui. Harmoni kasih sayangmu begitu nyata bunda. Bahkan meski hanya lewat tatapan matamu.

Terimakasih bunda, untuk keikhlasan bunda yang telah menjaga sejak pertama penciptaanku, hingga dunia menyapaku. Tapi percayalah bunda, sampai kapan pun kaulah dunia terbaikku yang sesungguhnya. Dengan seribu mimpi-mimpi besarku tentunya. Karna belaaian dunia, takkan pernah sanggup menggantikan hangat lembut belaian bunda. Selembut apapun itu ia mencobanya.

Terimakasih bunda, untuk semua cinta, kasih sayang, kelembutan, kehangatan, dan semua pengorbanan yang bunda berikan.

I’m not a perfect child. But let me try to be a good child. Love you my hero…..

Sabtu, 11 Desember 2010

HARI IBU

Assalamualaikum sahabat... Menjelang hari ibu nanti grup "BICARA ANAK BANGSA UNTUK INDONESIA" mengadakan acara penyambutan hari ibu dengan cara menulis surat, puisi, cerita tentang bunda, atau apapun itu. Silahkan bagi yang berminat, bisa posting karya kalian di grup dalam bentuk document. Dan sebisa mungkin karya asli buatan kalian sendiri. "SALAM SEMANGAT ANAK INDONESIA"

Kamis, 09 Desember 2010

DUA DUNIA YANG TERLUPA

Terkadang aku sering takut menjadi orang besar. Aku takut kacamataku ini bukan lagi kacamata hati, yang terus peduli dengan teman-teman kecilku yang membutuhkan. Melainkan kacamata yan haus akan hormat, dan menutup mata akan dunia yang terlupa.

Suatu malam, aku bertemu dengan dua anak yang begitu istimewa untukku. Sebenarnya, aku sudah sering berteman dengan anak jalanan. Aku bersyukur, sejak kecil aku sudah banyak kelilingi anak-anak dengan latar belakang yang beragam. Hal ini yang membuatku belajar untuk tidak membeda-bedakan orang.

Malam itu, aku sedang makan di sebuah warung. Tiba-tiba ada dua anak perempuan yang menghampiri kami, dan kemudian mereka bernyanyi. Yah, senandung mereka memang tak seindah penyanyi kenamaan. Namun, begitu miris ketika kita mendengr senandung kecil mereka.

Melihat semangat mereka, aku memutuskan untuk mengobrol dengan dua anak ini. Tak ku sangka mereka masih SD. Anak yang pertama masih kelas lima SD, dan yang satunya lagi duduk di kelas empat SD.

Mereka bercerita, kalau mereka mengamen karna terdesak oleh keadaan. Ibu salah satu diantaranya hanyalah seorang buruh rumah tangga, dan ayahnya pengangguran. Sedang mereka memiliki adik yang harus dibiayai. Mereka mulai mengamen sejak siang sepulang sekolah, hingga sekitar jam sepuluh sampai jam sebelas malam. Jam di mana, anak lain sedang lelap beristirahat, mereka justru masih harus berkutat dengan malam demi secercah rupiah. Sayang, aku lupa menanyakan nama mereka. Pada saat makan bersama kami, mereka telihat begitu lahapnya. Padahal makanan itu hanya makanan sederhana. Hatiku miris melihat kenyataan ini. Ketika dunia tertawa karna kebahagiaan yang fana, mereka justru dihujam kerasnya kehidupan.

Aku kagum dengan mereka. Mereka punya semangat yang tinggi. Dan mereka juga terus bersekolah, meski didera limbubu kesulitan ekonomi. Mereka percaya, dengan bersekolah, kehidupan mereka akan lebih baik. Sungguh, merekalah sebenarnya dua dunia yang terlupa. Dunia yang sering tak terlihat oleh kacamata logika yang haus akan hormat, dengan ambisi yang tak hais-habisnya.

Andailah, bisa memilih, tentu mereka juga tak ingin seperti ini. Walaupun, memang ada beberapa anak jalanan yang terkadang membuat jengkel dengan sikap mereka, namun tak semua yang seperti itu. Kalau ada bimbingan terhadap mereka, aku yakin mereka akn lebih baik. Mereka juga butuh perhatian, seperti layaknya kita.

Saatnya kita membuka mata, sesungguhnya diantara dunia yang begitu pekat dengan logika, dan seringkali melupakan rasa, ada tangan-tangan kecil yang membutuhkan kita. Rasanya sudah cukup seribu janji tanpa realisasi, kini waktunya satu tekad dengan usaha nyata untuk perbaikan anak negri.



Semoga dengan cerita ini, mata kita akan lebih terbuka. Bahwa ada yang sering kali terupa oleh kita. Amin

Tolong share ini ke semua pihak. Dan sadurkan sumber ini.
Kisah ini nyata dari banjarmasin, Kalimantan selatan. Pada akhir juli 2010.
SALAM SEMANGAT ANAK INDONESIA

Kamis, 24 Juni 2010

Ciptaan Terindah Tuhan

Thanks GOD... udah mengenalkan ku dengan seorang yang Engkau ciptakan begitu sempurna dibalik kekurangannya. Aku banyak belajar hidup darinya

Minggu, 20 Juni 2010

Bikin Kesel

Huh bikin kesel aja deh... Ini orang usil banget jadi manusia... Ngeledek mulu kerjaannya...

Jumat, 18 Juni 2010

Cerita Di Balik Bintang

Suatu malam aku diajak papa ke sebuah lapangan yang luas banget... (Ya nlah namanya juga lapangan mana ada yang sempit ya? hehehe)... Kala itu usia ku baru menginjak empat tahun... Pas lagi asyik baca buku yang baru dibeliin papa... Nah tiba-tiba papa minta aku berenti baca, tapi aku gak mau... Maklum aku klo udah asyik baca sesuatu bisa gak mo berenti... Trus papa bilang, "coba kamu liat bintang itu dan cari yang paling terang."
Behubung aku blom ngerti jadi dengan polosnya aku bilang gini,"ngapain sih pa liat-liat bintang? emang dia bisa apa?"
Papa bilang," sayang... klo kamu lagi sedih kamu cari aja bintang yang paling terang. Trus kamu cerita ke bintang itu, dan minta dia sampein ke Tuhan."
Aku bilang lagi, "trus klo bintangnya gak ada gimana pa?"
Kata papa,"berarti bintangnya lagi istirahat, dan bintangnya pengen kamu nyampein sendiri ke Tuhan."
Aku nanya lagi, "gimana caranya pa?"
Papa," kamu ambil wudhu trus shalat... abis itu minta deh ke Tuhan."


Duh... jadi kangen ma papa....
Papa... cepet pulang dong...